<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Distribusi Spasial Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Analisis Indeks Jarak dan Alternatif Pengendalian Vektor di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Damar Tri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Boewono</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ristiyanto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ristiyanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Widiarti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Widiarti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Umi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Widyastuti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur dan dilaporkan endemis di enam wilayah kecamatan. Berbagai cara pengendalian telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota, tetapi kasus DBD masih ditemukan sepanjang tahun.  Penelitian komprehensif telah dilakukan untuk menentukan distribusi spasial kasus DBD dengan pemetaan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG), berkaitan dengan habitat positif jentik. Penelitian dilakukan dilima (5) wilayah kalurahan endemis yaitu: Desa Pelita Kecamatan Samarinda Utara, Desa Sambutan Kecamatan Samarinda Ilir, Desa Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu, Desa&#13;
Harapan Baru Kecamatan Samarinda Seberang dan Desa  Karang Asam Ilir  Kecamatan Sungai Kunjang. Tujuan penelitian adalah menentukan strategi pengendalian vektor spesifik berdasarkan&#13;
distribusi spasial/ pemetaan kasus DBD dengan sistem informasi geografi (SIG), Index jarak (distance index) kasus DBD, angka bebas jentik (ABJ) serta status kerentanan nyamuk vektor Ae. aegypti terhadap insektisida. Hasil survei jentik ditemukan bahwa rata-rata ABJ di daerah penelitian jauh lebih rendah daripada standar nasional 95,0%. Uji susceptibility vektor DBD Ae. aegypti telah resisten terhadap insektisida Malathion, Permethrin, Lambdasihalothrin dan Bendiocarb, sehingga diperlukan insektisida alternatif. Distribusi kasus DBD Kota Samarinda ditemukan mengelompok distance index rata-rata 75 meter sebagai indikasi penularan lebih disebabkan perilaku nyamuk vektor. Pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan sebagai usaha memberikan motivasi kepada kelompok masyarakat potensial seperti PKK, Dasa Wisma, kader kesehatan dan posyandu, untuk berpartisipasi dalam program pengendalian vektor DBD.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2012-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>