%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Andayasari, Lelly %A Anorital, Anorital %D 2012 %F bkpkkemkes:5366 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K muskuloskeletal disorders, posisi ergonomic, dentist. %N 2 %P 70-77 %T Gangguan Muskuliskeletal pada Praktik Dokter Gigi dan Upaya Pencegahannya %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5366/ %V 22 %X Gangguan muskuloskeletal yang meliputi tulang belakang bagian atas dan bawah, bahu, dan pergelangan tangan merupakan faktor risiko pada profesi dokter gigi. Pada beberapa penelitian sebelumnya diketahui prevalens gangguan muskuloskeletal pada dokter gigi berkisar antara 25—85%. Sejumlah faktor teknis seperti dental unit, lampu kerja dan peralatan lain yang digunakan tidak ergonomis dan faktor non teknis antara lain cara dan posisi saat merawat pasien serta life style dokter gigi merupakan risiko yang berperan penting untuk terjadinya gangguan musculoskeletal pada dokter gigi. Memperbaiki faktor risiko teknis dan non teknis dapat dilakukan untuk mencegah gangguan musculoskeletal pada dokter gigi. Faktor teknis antara lain, posisi berdiri saat merawat pasien, diperbaiki dengan posisi duduk, peralatan (dental unit, meja, lampu kerja) yang ergonomis. Kerja tim antara dokter gigi dan asisten yang terlatih menangani peralatan dikenal dengan four-handed dentistry, sehingga dokter gigi hanya konsentrasi pada perawatan pasien saja. Faktor non teknis seperti ada jeda waktu antara satu pasien dengan pasien lain agar dapat mengistirahatkan otot, serta ruangan praktek yang luas perlu diperhatikan. Beberapa upaya pencegahan yang tidak berhubungan dengan peralatan yang digunakan memegang peran penting guna mengurangi timbulnya gangguan muskuloskeletal pada dokter gigi.