%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Praptiwi, Praptiwi %A Jamal, Yuliasri %A Fathoni, Ahmad %A Nurkanto, Arif %A Agusta, Andria %D 2013 %F bkpkkemkes:5405 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K Tinospora crispa, jamur endofit, isolasi, identifikasi, antimikrobia %N 3 %P 95-101 %T 3-ACETYL- 2,5,7- Trihydroxy-1,4-Naphtalenedione, an Antimicrobial Metabolite from the Culture of Endophytic Fungus Coelomycetes TCBP4 From Tinospora crispa %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5405/ %V 23 %X solasi, identifikasi dan uji aktivitas antimikrobia terhadap metabolit sekunder dari kultur jamur endofit TCBP4 yang diisolasi dari tumbuhan bratawali (Tinospora crispa). Jamur endofit TCBP4 dikultivasi pada media Potato Dextrose Broth (PDB) selama 1 bulan, selanjutnya media dan jamur diekstrak dengan pelarut etil asetat. Ekstrak dipisahkan dan dimurnikan dengan beberapa teknik kromatografi sehingga diperoleh 9 fraksi. Fraksi 3e dimurnikan kembali dan diperoleh 6 fraksi (3e1-3e6). Fraksi 3e3-3e6 diuji aktivitas antibakterinya terhadap beberapa isolate bakteri Staphylococcus aureus Bacillus subtilis, Eschericia coli dan isolate khamir Candida albicans dengan metode mikrodilusi. Hasil uji antimikrobia menunjukkan bahwa fraksi 3e3-3e5 mempunyai aktivitas antibakteri lebih baik bila dibandingkan dengan chloramfenikol, dimana nilai MIC dari fraksi (8 ug/ml) lebih rendah dari antibiotika chloramfenikol (16 ug/ml). Fraksi 3e3 mempunyai aktivitas antijamur lebih baik bila dibandingkan dengan antijamur komersial nistatin dan kabisidin terhadap C. albicans. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa komponen kimia dari fraksi 3e5 diidentifikasi sebagai 3-acetyl -2,5,7trihydroxy-1,4-naphtalenedione .