<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengujian Mutu Makanan Formula Olahan Hasil Laut pada Tikus Percobaan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Uken</mods:namePart><mods:namePart type="family">Soetrisno</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Endi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ridwan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kurang energi protein dan kurang multi zat gizi mikro pada anak-anak mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan, di samping mudah terkena infeksi penyakit Indonesia merupakan negara kurang gizi yang kaya akan sumber laut. Berbagai jenls Ikan dan rumput laut sudah diketahui&#13;
mempunyai khasiat kesehatan atau zat bioaktif di samping sebagai sumber zat gizi bagi pertumbuhan. Makanan formula yang dibuat dari ikan laut dan rumput laut sebagai sumber protein dan zat gizi mikro telah dikembangkan dan disukai citarasanya. Untuk dapat digunakan sebagat makanan anak kurang gizi, formula ini masih perlu diuji mutu keamanannya pada tikus percobaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji mutu keamanan formula sebagai makanan anak kurang gizi, menggunakan tikus percobaan. Tikus sapihan umur 21 hari dari jenis Sprague-Dawley, terdiri dari 2 kelompok dengan berat badan (BB) normal don 4 kelompok dengan BB kurang (tikus kurang gizi). Data yang dikumpulkan berupa asupan makanan, BB, PB, panjang ekor (PE). berat organ hati dan tampilan mikroskopis sel hati. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan tikus erat hubungannya dengan asupan zat gizi makro, folacin, Fe, dan Zn (r= 0.38-0.97). Data berat badan dihubungkan dengan rasio antara BB dengan total asupan makanan menunjukkan formula hasil laut berpengaruh positif terhadap pertumbuhan (P&lt;0.05), terutama formula jagung-lkan hiu, pisang oii- ikan kwee dan ubl mera-ikan tuna. Organ hati hampir sama berat, kecuali kelompok dengan formula beras-ikan pari mempunyai hati yang teringan, tapi dalam angka perbandingan BB terhadap berat organ hati, semua kelompok sama. Berdasarkan tampilan mikroskopis. semua kelompok mempunyai kelainan spesifik setelah mengonsumsi makanan formula olahan hasil lout. Hal lni menandakan bahwa formula aman dikonsumsi tikus kurang gizi sekalipun.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS Pediatrics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2007-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>