%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Harso, Agus Dwi %A Syarif, Armaji Kamaludi %A Arlinda, Dona %A Indah, Retna Mustika %A Yulianto, Aris %A Yudhistira, Arga %A Karyana, M %D 2017 %F bkpkkemkes:5448 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K tuberkulosis, diabetes melitus, usia, jenis kelamin, pendidikan, sosial ekonomi, status gizi, registri %N 2 %P 65-70 %R http://dx.doi.org/10.22435/mpk.v27i2.4134.65-70 %T Perbedaan Faktor Sosiodemografi dan Status Gizi Pasien Tuberkulosis dengan dan Tanpa Diabetes Berdasarkan Registri Tuberkulosis-Diabetes Melitus 2014 %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5448/ %V 27 %X Negara dengan beban tinggi tuberkulosis (TB) seperti Indonesia akan terkena dampak dari meningkatnya komorbiditas diabetes melitus (DM). Kecenderungan peningkatan kasus TB dengan DM dan interaksi antara keduanya memerlukan kewaspadaan tinggi. Besaran masalah dapat diketahui melalui registri. Dari data registri ini, dapat diperoleh gambaran karakteristik pasien TB dengan dan tanpa DM. Data dikumpulkan secara retrospektif dari data rekam medis yang diabstraksi ke dalam case report form (CRF) di tujuh rumah sakit peserta registri selama bulan Januari–Desember 2014. Dari 1.239 pasien TB yang direkrut, 13,4% adalah TB dengan DM. Mayoritas pasien TB tamat SMA dengan penghasilan 1–3 juta per bulan. Pasien dengan komorbiditas DM kebanyakan laki-laki dengan berat badan normal berusia antara 45–54 tahun. Sedangkan pasien tanpa komorbiditas DM kebanyakan adalah laki-laki dengan berat badan kurang berusia antara 25–34 tahun. Berdasarkan Registri TB-DM 2014, komorbiditas TB dan DM lebih banyak ditemukan pada pasien yang berusia lebih tua dan relatif lebih berat badannya dibandingkan TB tanpa DM.