%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Maryani, Herti %A Kristiana, Lusi %A Lestari, Weny %D 2017 %F bkpkkemkes:5457 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K atribut, jamu saintifik, multiatribut Fishbein %N 2 %P 89-98 %R http://dx.doi.org/10.22435/mpk.v27i2.5315.89-98 %T Analisis Multiatribut Fishbein terhadap Jamu Saintifik (Studi Kasus di Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat Makassar dan Puskesmas Colomadu I Karanganyar) %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5457/ %V 27 %X Pengobatan tradisional saat ini diyakini masyarakat sebagai metode pola hidup sehat. Masyarakat berkeyakinan bahwa mengonsumsi obat tradisional (jamu) relatif lebih aman dan tidak ada efek samping dibandingkan dengan obat medis. Penelitian bertujuan menganalisis sikap konsumen terhadap atribut jamu saintifik. Penelitian dilakukan di Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar dan Puskesmas Colomadu I, Kabupaten Karanganyar pada tahun 2015. Cara pengambilan sampel adalah consecutive sampling (sampling berdasarkan kedatangan pasien ke tempat pelayanan), dengan jumlah sampel sebesar 30 orang di setiap lokasi penelitian. Desain penelitian adalah cross sectional study. Analisis data adalah model multiatribut Fishbein. Atribut jamu yang dianalisis ada 14 meliputi ciri atau rupa, manfaat, dan fungsi. Hasil menunjukkan bahwa atribut jamu saintifik yang paling penting menurut konsumen di BKTM adalah informasi dosis pada jamu dan kandungan alami, sedangkan di Puskesmas Colomadu I adalah manfaat jamu untuk kesehatan dan aman dikonsumsi dalam waktu lama. Atribut yang paling dipercaya oleh pasien BKTM adalah manfaat jamu untuk kesehatan (skor 3,50), dan di Puskesmas Colomadu I adalah atribut kandungan alami dan bermanfaat bagi kesehatan (skor 3,30). Jamu saintifik dianggap penting dan dipercaya oleh konsumen pengguna jamu di BKTM dan Puskesmas Colomadu I. Sikap konsumen terhadap atribut jamu saintifik adalah baik.