TY - JOUR PB - Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan UR - http://dx.doi.org/10.22435/mpk.v27i2.5513.99-104 SN - 0853-9987 N2 - Diagnosis schistosomiasis untuk mendeteksi antigen ekskretori sekretori (AgES) Schistosoma japonicum (S. japonicum) dengan metode ELISA, telah dikembangkan sejak tahun 2012 melalui uji laboratorium dengan hasil cukup baik, sehingga perlu dilakukan uji lapangan. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan uji lapangan diagnosis schistosomiasis dengan dot blot di Napu, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian dilaksanakan selama sembilan bulan (Maret - November 2014) dengan desain cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sensitivitas dan spesifisitas dot blot yang dikembangkan. Survei tinja dan darah dilakukan pada masyarakat di desa endemis terpilih dengan metode simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 325 orang. Selanjutnya serumnya diuji ELISA dengan teknik dot blot. Sensitivitas dan spesifisitas teknik dot blot dihitung terhadap hasil pemeriksaan mikroskopis (gold standard). Hasil uji lapangan menunjukkan nilai sensitivitas dan spesifisitas dari teknik dot blot adalah sebesar 74% dan 78%. Kesimpulan teknik dot blot dapat mendeteksi schistosomiasis pada skala laboratorium maupun pada skala lapangan. SP - 99 A1 - Samarang, Samarang A1 - Nurjana, Made Agus A1 - Maksud, Malonda A1 - Sumolang, Phetisya Pamela Frederika A1 - Gunawan, Gunawan AV - public TI - Diagnosis Schistosomiasis dengan Metode Dot Blot ID - bkpkkemkes5460 JF - Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan KW - Schistosomiasis KW - Dot blot KW - sensitivitas KW - spesifisitas EP - 104 VL - 27 IS - 2 Y1 - 2017/06// ER -