%J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %X Diagnosis schistosomiasis untuk mendeteksi antigen ekskretori sekretori (AgES) Schistosoma japonicum (S. japonicum) dengan metode ELISA, telah dikembangkan sejak tahun 2012 melalui uji laboratorium dengan hasil cukup baik, sehingga perlu dilakukan uji lapangan. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan uji lapangan diagnosis schistosomiasis dengan dot blot di Napu, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian dilaksanakan selama sembilan bulan (Maret - November 2014) dengan desain cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sensitivitas dan spesifisitas dot blot yang dikembangkan. Survei tinja dan darah dilakukan pada masyarakat di desa endemis terpilih dengan metode simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 325 orang. Selanjutnya serumnya diuji ELISA dengan teknik dot blot. Sensitivitas dan spesifisitas teknik dot blot dihitung terhadap hasil pemeriksaan mikroskopis (gold standard). Hasil uji lapangan menunjukkan nilai sensitivitas dan spesifisitas dari teknik dot blot adalah sebesar 74% dan 78%. Kesimpulan teknik dot blot dapat mendeteksi schistosomiasis pada skala laboratorium maupun pada skala lapangan. %P 99-104 %D 2017 %R http://dx.doi.org/10.22435/mpk.v27i2.5513.99-104 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %A Samarang Samarang %A Made Agus Nurjana %A Malonda Maksud %A Phetisya Pamela Frederika Sumolang %A Gunawan Gunawan %N 2 %L bkpkkemkes5460 %V 27 %K Schistosomiasis, Dot blot, sensitivitas, spesifisitas %T Diagnosis Schistosomiasis dengan Metode Dot Blot