<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengetahuan, Persepsi dan Perilaku Ibu tentang Pemberian Asi/Asi Ekslusif</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yulfira</mods:namePart><mods:namePart type="family">Media</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rachmalina</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rachmalina</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Helper</mods:namePart><mods:namePart type="family">Manalu</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pemberian ASI Eksklusif masih belum seperti yang diharapkan. Menurut hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002-2003 presentase anak di bawah usia 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif adalah 39,5%. Pendidikan ibu yang relatif kurang dianggap dapat menurunkan perilaku pemberian ASI eksklusif. Penelitian dilakukan di kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengamatan dan wawancara mendalam kepada sejumlah 30 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu sudah mempunyai pengetahuan tentang ASI/menyusui yang relatif baik. Namun pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif relatif rendah. Begitu juga perilaku pemberian ASI secara eksklusif, pada&#13;
umumnya mereka tidak dapat memberikan ASI secara eksklusif. Kesimpulannya bahwa dalam upaya untuk meningkatkan perilaku pemberian ASI eksklusif perlu dilakukan intervensi dengan  meningkatkan penyuluhan tentang ASI kepada ibu-ibu dan keluarganya secara rutin dan berkala, yang didasarkan kondisi sosial budaya setempat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS 113-141 Child Care. Nutrition. Physical Examination</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2006</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>