%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Setyorini, Herni Asih %A Kurniyati, Kurniyati %D 2006 %F bkpkkemkes:5515 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K sumber air minum rumah tangga, besi %N 2 %P 37-42 %T Gambaran Kadar Besi Dalam Sumber Air Rumah Tangga di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5515/ %V 16 %X Besi merupakan mineral yang sangat dibutuhkan manusia dan dapat diperoleh dari air yang kita minum. Namun, air minum yang mengandung kadar besi yang berlebihan berpengaruh terhadap nilai estetika (warna, endapan dan rasa) dan secara tidak langsung dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Persyaratan kadar besi dalam air minum dianjurkan tidak lebih dari 0,3 mg/l. Oleh karena itu, masyarakat ingin mengetahui apakah sa/ah satu parameter (besi) pada sumber air minum rumah tangga telah memenuhi syarat air minum. Sehingga untuk maksud tersebut di alas dilakukan pemeriksaan kadar besi (Fe) pada sumber air minum rumah tangga di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Pemeriksaan kadar besi (Fe) terhadap sampel air yang diajukan oleh penduduk di wilayah Jabodetabek dilakukan dengan menggunakan metode kolorimetri menurut kriteria Permenkes RI No. 416/Men.Kes/IX/1990. Selama kurun waktu 1999-2001 telah diperiksa 1172 sampel air, dari jumlah tersebut 391 sampel (33,4%) tidak memenuhi syarat air minum, di antaranya 69 sampel (5,9%) disebabkan tidak memenuhi persyaratan kadar besi. Sampel air yang berasal dari wilayah Depok 17,6% paling banyak tidak memenuhi persyaratan kadar besi, atau tertinggi dari wilayah lain. Dari berbagai jenis sumber air yang diperiksa, sampel dari air kolam (23,1%) paling banyak mengandung besi sehingga tidak memenuhi persyaratan air minum.