<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Uji Toksisitas Akut Ekstrak Mahkotadewa pada Hewan Coba</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Lucie</mods:namePart><mods:namePart type="family">Widowati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Pudjiastuti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pudjiastuti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Budi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nuratmi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Telah dilakukan uji toksisitas akut infus biji, infuse daging buah serta ekstrak daging buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl). Uji menggunakan cara Weill, dengan hewan uji&#13;
mencit jantan dan betina. Ekstrak etanol dibuat dengan cara prokolasi menggunakan etanol 70%.&#13;
Uji toksisitas dilakukan dengan mengamatijumlah kematian setelah 24 jam pemberian bahan uji,  serta mengamati gelagat atau perilaku hewan uji.&#13;
Data keamanan buah mahkota dewa menunjukkan harga LD50 infus biji adalah 3,835 mg/I0 g bb ip mencit; LD50 infus daging buah adalah 67,04 mg/0 g bb ip mencit dan harga LD50 ekstrak daging buah adalah 36,53 mg/10 g bb ip mencit. Dengan ekstrapolasi menggunakan cara Paget dan Barnes, dan kriteria Gleason, buah mahkota dewa tanpa biji, termasuk dalam katagori tidak toksik, namun biji mahkota dewa menunjukkan adanya efek-efek toksik. Karena itu perlu perhatian bagi masyarakat yang menggunakannya, untuk sama sekali tidak mengkonsumsi biji dan buah Mahkota Dewa, kecuali utuk pemakaian luar.&#13;
Dari data pengamatan perilaku atau gelagat hewan uji, dapat diperkirakan arah penelitian farmakodinami lanjut adalah pada efek blockade sensorik, adrenergic namun terlihat adanya efek iritasi pada pemberian oral.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV Pharmacology</mods:classification><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>