%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Sundari, Dian %A Gusmali, Desy Maniarti %A Nuratmi, Budi %D 2005 %F bkpkkemkes:5585 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K obat tradisional, analgetik, kayu rapet (Parameria laevigata (Juss.) Moldenke) %N 4 %P 8-1 %T Uji Khasiat Analgetika Infus Kayu Raoet (Paramerla Laev.Igat.A (JUSS.) Moldenke) pada Mencit Putih %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5585/ %V 15 %X Kulit kayu rapet (Parameria laevigata (Juss.) Moldenke) digunakan sebagai obat rahim nyeri seĀ­habis melahirkan. Untuk mengetahui khasiat anti nyeri, dilakukan uji efek analgetika dari infus kulit kayu rapet pada mencit putih. Percobaan dilakukan dengan menggunakan metode Witkin, dkk. (1961) yang dimodifikasi Infus kulit kayu rapet yang akan diuji adalah dosis 546; 163,8 dan 54,6 mg/20 g bb. (setara dengan JO X DM dan IX DM). Sebagai pembanding digunakan asetosa/ (dosis 0,52 mg/10 g bb.) dan sebagai kontrol digunakan akuades (1 ml/ekor). Sebagai penyebab rasa sakit digunakan asam asetat 3% (300 mg/Kg bb.) yang diberikan 30 menit setelah pemberian bahan coba. Adanya rasa sakit pada mencit ditunjukkan dengan adanya geliat. Pengamatan dilakukan setelah mencit diberi asam asetat, setiap 5 menit selama 30 menit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua dosis infus yang dicoba mempunyai efek analgetik yang lebih baik dibanding dengan kontrol (akuades) tetapi dibandingkan dengan Asetosal, efek analgetik infus kayu rapet sama.