<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Faktor Risiko yang Berhubungan dengan  Kejadian  Malaria di Indonesia (Analisis Lanjut Riskesdas 2013)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rika</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mayasari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Diana</mods:namePart><mods:namePart type="family">Andriayani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hotnida</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sitorus</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Malaria masih endemis di sebagian besar wilayah Indonesia. Indonesia bagian timur masuk dalam  stratifikasi malaria tinggi, sementara Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera masuk dalam stratifikasi  sedang. Daerah  Jawa dan Bali  masuk dalam stratifikasi rendah, namun masih terdapat desa dengan angka  kasus  malaria  yang  tinggi.    Status  kesehatan  disuatu  daerah  dipengaruhi  oleh  empat  faktor yang  berhubungan dan saling mempengaruhi  yaitu faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Faktor risiko individual yang berperan terjadinya infeksi malaria adalah  usia, jenis kelamin, genetik, kehamilan, status gizi, aktivitas keluar rumah pada malam hari dan faktor risiko kontekstual (lingkungan perumahan, keadaan musim, sosial ekonomi). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis  faktor  risiko  yang  berhubungan  dengan  kejadian  malaria  di  Indonesia  berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Dari total sembilan belas faktor individual ada satu  faktor yang bukan merupakan faktor risiko terjadinya infeksi malaria yaitu faktor rumah yang disemprot obat nyamuk/insektisida. Faktor yang paling besar risikonya adalah  pemakaian kelambu berinsektisida  (OR  =  2,30  ;  CI  95  %  :  1,28-4,12)  dan  yang  paling  kecil  adalah  waktu  tempuh  ke pelayanan bidan (OR = 0,32 ; CI 95% : 0,19-0,55)</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QX 500-675 Insects. Other Parasites</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2016</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>