%I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %A FX. Sintawati %A Made Ayu Lely Suratri %V 44 %L bkpkkemkes5627 %N 1 %T Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingginya DMF-T di Provinsi Bangka Belitung Tahun 2011 %K Faktor-faktor yang berpengaruh; Status kesehatan gigi (DMF-T), Provinsi Bangka Belitung %X Provinsi Bangka Belitung merupakan wilayah dengan tingkat kerusakan gigi penduduknya tertinggi di Indonesia. Pada Riskesdas 2007 dilaporkan di Provinsi Bangka Belitung penduduk usia 12 tahun ke atas pernah mengalami karies sebesar 86,8 % dan yang mengalami karies aktif yang belum memperoleh perawatan sebesar 50,8%. Dari penelitian terdahulu di Provinsi Bangka Belitung diketahui bahwa indeks DMF-T (rata-rata jumlah kerusakan gigi per-orang) adalah 11,7. Komponen terbesar adalah pencabutan gigi rata-rata per-orang 6,5 gigi, kemudian karies gigi rata- rata per-orang 4,7 gigi, dan komponen terendah adalah gigi yang ditumpat/ditambal rata-rata per- orang 0,5 gigi., dilaporkan juga mengenai tingkat keparahan karies giginya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya DMF-T di Provinsi Bangka Belitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia (SDM) dokter gigi masih sangat kurang, kualitas dokter gigi perlu ditingkatkan. Tenaga promosi khusus kesehatan gigi tidak ada, kit penyuluhan pada umumnya tidak tersedia. Instrumen dan bahan/obat untuk penumpatan/ penambalan gigi sangat terbatas, hal ini dapat berdampak pada pelayanan yang diberikan cendrung pada pencabutan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Provinsi Bangka Belitung lebih mengutamakan pelayanan kuratif (pencabutan), karena kurang atau tidak tersedianya bahan dan alat menumpat/menambal gigi. %J Buletin Penelitian Kesehatan %D 2016 %P 59-68