<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pemanfatan Rumah Tunggu Kelahiran di Puskesmas Adaut Kecamatan Selaru Kabupaten Maluku Tenggara Barat Tahun 2015</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Noor</mods:namePart><mods:namePart type="family">Edi Widya Sukoco,</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Suparmi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Suparmi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih cukup tinggi, selain itu Indonesia masih menghadapi&#13;
kesenjangan antar wilayah dalam akses pelayanan kesehatan. Rumah tunggu kelahiran (RTK) merupakan&#13;
salah satu upaya dalam mendekatkan akses ibu hamil dan bersalin ke pelayanan kesehatan. Studi ini&#13;
bertujuan untuk memperoleh gambaran pemanfaatan rumah tunggu kelahiran di Puskesmas Adaut&#13;
Kecamatan Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Besar sampel yang dianalisis dalam penelitian&#13;
ini adalah 87 ibu yang pernah melahirkan di Puskesmas Adaut Kecamatan Selaru dalam periode tahun&#13;
2009-2015. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang (cross sectional). Metode analisis yang&#13;
digunakan adalah tabulasi silang dan chi-square dengan tingkat kemaknaan 5% dan tingkat kepercayaan&#13;
95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya 18,7% responden yang memanfaatkan RTK. Analisis&#13;
bivariat menunjukkan bahwa waktu tempuh dan jarak berhubungan dengan pemanfaatan RTK. Ibu yang&#13;
bertempat tinggal dengan waktu tempuh &gt;60 menit memiliki kemungkinan 0.19 lebih rendah untuk&#13;
memanfaatkan RTK dibandingkan ibu dengan waktu tempuh ke RTK antara 30-60 menit. Sedangkan&#13;
ibu yang bertempat tinggal dengan jarak &lt; 25 km memiliki kemungkinan 16 kali lebih besar untuk&#13;
memanfaatkan RTK bila dibandingkan ibu yang tinggal ≥ 25km dari RTK. Oleh sebab itu, dalam upaya&#13;
meningkatkan pemanfaatan rumah tunggu kelahiran penting untuk mempertimbangkan aspek waktu&#13;
tempuh dan jarak ke RTK.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA Public Health</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2017-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>