%J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %X Penelitian telah dilakukan di Kecamatan Tanjung Priok dan Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mengenai perilaku dan sosial budaya dalam penanggulangan penyakit shigella (disentri). Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi masyarakat Jakarta Utara mengenai penyakit shigella (disentri). Rancangan penelitian cross sectional. Responden berumur diatas 22 tahun laki-laki dan perempuan dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan koesioner terstruktur kepada 500 responden (250 laki­-laki dan 250 wanita). Ana/isis data menggunakan SPSS. Hasil, menurut responden laki-laki dan perempuan. Masyarakat menganggap serius penyakit shigella (disentri) berkisar antara 72,4% - 77,6%. Masyarakat cukup peduli terhadap penyakit tersebut berkisar antara 59,6%- 63,2% Masyarakat menganggap sakit shigella (disentri) lebih berat dari penyakit diare lainnya berkisar antara 67,2% - 71,2% Kelompok mudah terserang penyakit tersebut adalah balita berkisar antara 85,2% - 86,6%, anak 6 -14 tahun berkisar antara 79,2%­ - 80,8%, bayi 0 - 1 tahun berkisar antara 79,6% - 86,4%. Lama waktu sembuh yang mengatakan seminggu berkisar antara 54,0% - 55,6%. Penyakit tersebut berpengaruh terhadap sosial ekonomi keluarga dan dianggap serius berkisar antara 52,4%- 53,6%. Biaya bila sakit shigella (disentri) ringan maupun berat dianggap mahal berkisar antara 33, 6%- 39,2%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat menganggap peduli dan serius terhadap penyakit shigella (disentri) karena dianggap lebih parah dari diare lainnya dan pengobatannya dianggap mahal baik shigella (disentri) ringan maupun berat. %P 1-7 %D 2014 %V XIV %L bkpkkemkes5652 %N 3 %K Shigella %T Persepsi Masyarakat terhadap Penyakit Shigella (Disentri) di Jakarta Utara %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %A Siti Sapardiyah Santoso %A Ida Bagus Indra Gotama %A Imam Waluyo