%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Zulkarnain, Zuraida %A Novianto, Fajar %A Saryanto, Saryanto %D 2017 %F bkpkkemkes:5672 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K hepatoprotective, Saintifikasi Jamu, Curcuma longa, Curcuma %N 2 %P 125-136 %R http://dx.doi.org/10.22435/bpk.v45i2.6359.125-136 %T Uji Klinik Fase II Ramuan Jamu sebagai Pelindung Fungsi Hati %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5672/ %V 45 %X Hati mudah mengalami gangguan disebabkan fungsinya yang kompleks. Saat ini masih diperlukan pengembangan ramuan jamu untuk melindungi dan memperbaiki sel-sel hati epatoprotektor) yang lebih efektif, murah dan aman. Hasil penelitian observasi klinik terdahulu menunjukkan bahwa formula jamu untuk hepatoprotektor aman dan berkhasiat sehingga dilanjutkan dengan uji klinik fase 2. Tujuan uji ini untuk menilai khasiat dan keamanan ramuan jamu sebagai hepatoprotektor dengan komposisi rimpang temulawak, rimpang kunyit, dan daun jombang. Rancangan uji adalah open label randomised clinical trial dengan pembanding silymarin dan lama perlakuan 42 hari. Jumlah sampel 200 subjek manusia. Uji ini melibatkan 50 dokter jejaring saintifikasi jamu di beberapa wilayah di Indonesia pada tahun 2015. Parameter untuk menilai khasiat adalah SGPT, SGOT dan untuk menilai keamanan adalah darah rutin, ureum, kreatinin. Gejala klinis dan kemungkinan efek samping juga diamati. Hasil uji menunjukkan bahwa ramuan jamu uji mampu menurunkan rerata nilai SGPT dan SGOT sebanding dengan silymarin. Ramuan jamu uji dapat meredakan gejala klinik yang timbul akibat gangguan fungsi hati, aman, tidak mengubah fungsi ginjal, hemoglobin, angka leukosit maupun angka trombosit pada penggunaan selama 42 hari