%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Suparmi,, Suparmi %A Barida Maisya, Iram %D 2017 %F bkpkkemkes:5679 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K cesarean section, inequality, socio-demographic, Indonesia %N 3 %P 169-176 %R http://dx.doi.org/10.22435/bpk.v45i3.6711.169-176 %T Kesenjangan Sosio-Ekonomi dan Faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Seksio Sesarea di Indonesia %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5679/ %V 45 %X Persalinan seksio sesarea meningkat hampir dua kali lipat dalam periode lima tahun terakhir dari 6,8% (2007) menjadi 12,3% (2012). Tingginya proporsi persalinan seksio sesarea dapat berdampak pada kesehatan ibu dan neonatal. Selain itu, Target Sustainable Development Goals (SDGs) ke-10 adalah mengurangi kesenjangan di berbagai bidang, termasuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan sosio-ekonomi serta faktor yang berhubungan dengan persalinan seksio sesarea di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi potong lintang menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012. Sampel dalam penelitian ini sebesar 12.973 ibu yang pernah melahirkan anak hidup pada kurun waktu lima tahun sebelum survey. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil analisis menunjukan kesenjangan persalinan seksio sesarea menurut sosio-ekonomi. Ibu dengan status sosio-ekonomi terkaya memiliki kemungkinan 4 kali lebih besar untuk melakukan persalinan seksio sesarea dibandingkan ibu dengan status termiskin. Selain itu, ibu yang mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan, kehamilan pertama, kelahiran kembar, memiliki jaminan kesehatan, usia ibu diatas 35 tahun, dan tinggal di perkotaan memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan persalinan seksio sesarea. Oleh sebab itu, perlu untuk memastikan bahwa persalinan seksio sesarea dilakukan atas dasar indikasi medis dan penting untuk meningkatkan promosi kesehatan terkait efek samping persalinan seksio tanpa indikasi medis.