<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Kesenjangan Sosio-Ekonomi dan Faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Seksio Sesarea di Indonesia</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Suparmi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Suparmi,</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Iram</mods:namePart><mods:namePart type="family">Barida Maisya</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Persalinan seksio sesarea meningkat hampir dua kali lipat dalam periode lima tahun terakhir dari&#13;
6,8% (2007) menjadi 12,3% (2012). Tingginya proporsi persalinan seksio sesarea dapat berdampak&#13;
pada kesehatan ibu dan neonatal. Selain itu, Target Sustainable Development Goals (SDGs) ke-10&#13;
adalah mengurangi kesenjangan di berbagai bidang, termasuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk mengetahui kesenjangan sosio-ekonomi serta faktor yang berhubungan dengan persalinan&#13;
seksio sesarea di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi potong lintang menggunakan data Survei&#13;
Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012. Sampel dalam penelitian ini sebesar 12.973&#13;
ibu yang pernah melahirkan anak hidup pada kurun waktu lima tahun sebelum survey. Metode analisis&#13;
yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil analisis menunjukan kesenjangan persalinan seksio&#13;
sesarea menurut sosio-ekonomi. Ibu dengan status sosio-ekonomi terkaya memiliki kemungkinan 4&#13;
kali lebih besar untuk melakukan persalinan seksio sesarea dibandingkan ibu dengan status termiskin.&#13;
Selain itu, ibu yang mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan, kehamilan pertama, kelahiran&#13;
kembar, memiliki jaminan kesehatan, usia ibu diatas 35 tahun, dan tinggal di perkotaan memiliki&#13;
kemungkinan lebih besar untuk melakukan persalinan seksio sesarea. Oleh sebab itu, perlu untuk&#13;
memastikan bahwa persalinan seksio sesarea dilakukan atas dasar indikasi medis dan penting untuk&#13;
meningkatkan promosi kesehatan terkait efek samping persalinan seksio tanpa indikasi medis.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WQ Obstetrics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2017-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>