%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Sulistiyowati, Ning %A Sari H, Puti %A Hapsari T, Dwi %D 2017 %F bkpkkemkes:5680 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K continuum of care, maternal health, Riskesdas 2013 %N 3 %P 177-186 %R http://dx.doi.org/10.22435/bpk.v45i3.6657.177-186 %T Kesinambungan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Maternal di Indonesia %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5680/ %V 45 %X Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu di Indonesia, pemerintah melakukan banyak strategi dan program kesehatan di antaranya continum of care. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor dan karakteristik ibu yang mempengaruhi kesinambungan pelayanan kesehatan maternal. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data Riskesdas 2013. Analisis dilakukan dengan menghitung selisih persentase cakupan indikator kesehatan di tiap kabupaten/kota. Analisis kemudian dilanjutkan dengan mencari model untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dan faktor terkait lain dengan kelanjutan perawatan kesehatan ibu dengan regresi logistik. Persentase kesinambungan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu di Indonesia masih rendah yaitu 46%. Faktor yang mempengaruhi adalah pendidikan ibu (Adjusted OR=1,79 dan 2,58), pekerjaan ibu (Adjusted OR=1,38), status ekonomi (Adjusted OR=1,65), status kehamilan (Adjusted OR=1,33), metode persalinan (Adjusted OR=0,71 dan 0,37), komplikasi kehamilan (Adjusted OR=1,13), komplikasi persalinan (Adjusted OR=0,79), waktu tempuh ke fasilitas kesehatan (Adjusted OR=0,61 dan 1,59), umur saat melahirkan (Adjusted OR=1,23). Kesinambungan pelayanan kesehatan maternal masih rendah. Perlu perhatian lebih dalam meningkatkan kualitas dan akses pelayanan agar dapat menarik ibu untuk mempertahankan kelanjutan perawatan kesehatan.