%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Hakim Kurniawan, Adin %A Andrajati, Retnosari %A Supa, Sudibyo %D 2017 %F bkpkkemkes:5681 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K Service quality, adherence, pulmonary tuberculosis, health center %N 3 %P 187-196 %R http://dx.doi.org/10.22435/bpk.v45i3.6461.187-196 %T Perbandingan Kualitas Pelayanan Puskesmas Kecamatan Koja dan Tarumajaya terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5681/ %V 45 %X WHO menyatakan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara yang mempunyai prevalensi TB paru terbesar setelah India. Penyebab gagalnya penyembuhan pasien TB paru di Puskesmas salah satunya adalah kepatuhan pasien dalam minum obat tuberkulosis. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pelayanan terhadap kepatuhan minum obat pasien TB paru di Puskesmas. Desain penelitian yang digunakan adalah studi komparatif dengan desain potong lintang menggunakan data kuesioner dan kartu status pengobatan TB paru. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru berumur 15 tahun ke atas kategori satu di Puskesmas Koja dan Tarumajaya pada bulan Januari sampai dengan Mei 2016. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian pelayanan di Koja lebih baik daripada di Tarumajaya dalam hal akses, ketersediaan tempat duduk yang mencukupi dan adanya pengawas minum obat (PMO). Terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan fasilitas tempat duduk yang mencukupi (p-value 0,038) dan lokasi mudah terjangkau (p-value 0,038) di kedua puskesmas terhadap tingkat kepatuhan minum obat. Pelayanan obat yang baik (p-value 0,042; OR 1,66) dan PMO yang aktif (p-value 0,000; OR 2,4) merupakan determinan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TB.