%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Sri Utami, Basundari %A Supriyanto, Sri %A Sururi, M %A Ekowatiningsih, Riyanti %D 2003 %F bkpkkemkes:5683 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %N 2 %T EFEKTIVITAS DIAGNOSIS MIKROSKOPIS MALARIA DI TIGA PUSKESMAS DI KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5683/ %V 13 %X Prinsip pengobatan yang dipakai sebagai acuan unit-unit kesehatan masyarakat adalah: penyembuhan penderita malaria secara cepat, mengurangi/memb asmi parasitemia, mencegah komplikasi dan kematian, mengobati rekrudensilrelaps. mencegah kekambuhan kembali, mengurangi penularan. Pengob atan malaria yang dilakukan di P Jawa dan P'Bali atas dasar hasil diagnosis mikroskopis, yaitu ditemukannya Plasmodium di dalam darah penderita (standar diagnosis laboratoriitm). Sesudah pengobatan, sediaan darah penderita diperiksa secara berkala. Kebijakan ini memerlukan konfirmasi hasil pemeriksaan mikroskopis yang akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai efektifitas mikroskopis sebagai perangkat diagnosis malaria di puskesmas. Penelitian ini dilakukan di 3 Puskesmas di wilayah Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah; yaitu: Puskesmas Begelen II, Puskesmas Bener dan Puskesmas Kemiri I. Desain penelitian adalah kros seksional (cross sectional study) dengan sampel penelitian sebanyak 186 subyek penelitian. Pengukuran dilakukan dengan menghitung reliabilitas antar dan inter petugas mikroskopis (observer), validitas hasil boca, penghitungan biaya dan pengukuran waktu diagnosis, sebagai baku emas (metode standar) adalah mikroskopis Pusat (Sub Dit Malaria, P2MPL. DepKes). Reliabilitas dan validitas diagnosis mikroskopis untuk malaria vivax di Puskesmas Bener dan Kemiri I menunjukkan hasil kurang baik. sensitivitas dan spesivisitas sebesar 53. 7% (CJ= 95%; 0,5414 - 0.5325) don 98,4% (C/=95%; 0,9851 - 0,9828) dan 52, 7% (CJ= 95%; 0,5314 - 0,5225) dan 98,4% (Cl=95%, 0,9851 - 0,9828). Untuk diagnosis malaria falsiparum Puskesmas Kemiri I menunjukkan hasil yang kurang b aik, sensitifitas don spesivisitas sebesar 7 I, 7% (CJ= 95%; 0, 7209-0.713) dan 95% (CJ=95%, 0,9519- 0,948) Biaya pemeriksaan per sampel untuk melakukan diagnosis malaria adalah Rp 863. I 90, 06. biaya tersebut adalah ap abila pelatihan mikroskopis hanya 1 (satu) ka/i.