<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi Keamanan dan Manfaat Ramuan Jamu untuk Hiperurisemia</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ulfa</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fitriani,</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Danang</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ardiyanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tofan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aries Mana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Hiperurisemia adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan kadar asam urat darah di atas rentang&#13;
normal. Hiperurisemia terjadi karena adanya peningkatan metabolisme asam urat, penurunan pengeluaran&#13;
asam urat, atau gabungan keduanya. Ramuan jamu yang terdiri dari buah cabe jawa (Piper retrofractum),&#13;
daun sendok (Plantago major) dan herba seledri (Apium graveolens) berpotensi dalam mengatasi&#13;
hiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi keamanan dan manfaat ramuan jamu&#13;
dengan subjek manusia dengan hiperurisemia. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimental pre&#13;
and post test design selama 28 hari dengan 50 subjek. Parameter keamanan dinilai berdasarkanfungsi&#13;
ginjal (ureum dan kreatinin) dan fungsi hati (SGOT dan SGPT). Parameter manfaat dilihat dari perubahan&#13;
asam urat subjek (H0, H14, H28), perbaikan gejala klinis dan pengukuran kualitas hidup (SF-36). Fungsi&#13;
ginjal dan hati subjek setelah intervensi dalam rentang nilai normal. Kadar asam urat menunjukkan&#13;
penurunan yang signifikan (p&lt;0,05). Gejala klinis subjek membaik setelah intervensi selama 17 hari.&#13;
Perubahan kualitas hidup subjek juga mengalami perbaikan yang signifikan (p&lt;0,05). Dapat disimpulkan&#13;
bahwa ramuan jamu terbukti aman dan bermanfaat dalam mengatasi hiperurisemia selama 28 hari.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV Pharmacology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2017-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>