%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Ketut Aryastami, Ni Ketut %A Tarigan, Ingan %D 2017 %F bkpkkemkes:5687 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K stunting, policy analysis, Indonesia %N 4 %P 233-240 %R http://dx.doi.org/10.22435/bpk.v45i4.7465.233-240 %T Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5687/ %V 45 %X Prevalensi stunting di Indonesia memiliki angka cukup stagnan dari tahun 2007 hingga 2013. WHO menetapkan batasan masalah gizi tidak lebih dari 20%, sehingga dengan demikian Indonesia termasuk dalam negara yang memiliki masalah kesehatan masyarakat. Tujuan kajian ini adalah untuk mengkaji kebijakan dan kesenjangan yang dapat dipecahkan melalui opsi kebijakan melalui analisis dokumen legal dan literatur lainnya serta program yang telah dikembangkan. Kemudian dilakukan forum diskusi dengan melibatkan pakar dalam menyusun hasil sebagai opsi kebijakan. Penurunan angka stunting hanya mencapai 4% antara tahun 1992 hingga 2013. Perpres no. 42/2013 telah menetapkan Gerakan Nasional Seribu Hari Pertama Kehidupan dalam upaya meningkatkan status gizi balita yang diikuti oleh pengembangan program termasuk anggarannya. Stunting memiliki risiko panjang yakni PTM pada usia dewasa, walaupun masih dapat dikoreksi pada usia dini. Upaya penurunan masalah gizi harus ditangani secara lintas sektoral di semua lini. Ibu dan calon pengantin harus dibekali dengan pengetahuan cukup tentang gizi dan kehamilan, ASI Eksklusif pada ibu bersalin yang sehat. Selanjutnya MPASI harus dipahami oleh para ibu dan tenaga kesehatan secara optimal.