<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ni Ketut</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ketut Aryastami</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ingan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Tarigan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Prevalensi stunting di Indonesia memiliki angka cukup stagnan dari tahun 2007 hingga 2013. WHO&#13;
menetapkan batasan masalah gizi tidak lebih dari 20%, sehingga dengan demikian Indonesia termasuk&#13;
dalam negara yang memiliki masalah kesehatan masyarakat. Tujuan kajian ini adalah untuk mengkaji&#13;
kebijakan dan kesenjangan yang dapat dipecahkan melalui opsi kebijakan melalui analisis dokumen&#13;
legal dan literatur lainnya serta program yang telah dikembangkan. Kemudian dilakukan forum diskusi&#13;
dengan melibatkan pakar dalam menyusun hasil sebagai opsi kebijakan. Penurunan angka stunting&#13;
hanya mencapai 4% antara tahun 1992 hingga 2013. Perpres no. 42/2013 telah menetapkan Gerakan&#13;
Nasional Seribu Hari Pertama Kehidupan dalam upaya meningkatkan status gizi balita yang diikuti oleh&#13;
pengembangan program termasuk anggarannya. Stunting memiliki risiko panjang yakni PTM pada usia&#13;
dewasa, walaupun masih dapat dikoreksi pada usia dini. Upaya penurunan masalah gizi harus ditangani&#13;
secara lintas sektoral di semua lini. Ibu dan calon pengantin harus dibekali dengan pengetahuan cukup&#13;
tentang gizi dan kehamilan, ASI Eksklusif pada ibu bersalin yang sehat. Selanjutnya MPASI harus&#13;
dipahami oleh para ibu dan tenaga kesehatan secara optimal.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS Pediatrics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2017-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>