%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Ayu Lely Suratri, Made %A A Jovina, Tince %A Tjahja N, Tjahja N %D 2017 %F bkpkkemkes:5688 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K thepH of saliva, dental caries,sweet food, sticky foods, preschool childrenage %N 4 %P 241-248 %R http://dx.doi.org/10.22435/bpk.v45i4.6247.241-248 %T Pengaruh (pH) Saliva terhadap Terjadinya Karies Gigi pada Anak Usia Prasekolah %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5688/ %V 45 %X Karies gigi merupakan proses multifaktor yang terjadi melalui interaksi antara gigi dan saliva sebagai pejamu, bakteri didalam rongga mulut, serta makanan yang mudah difermentasikan. Saliva merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap keparahan karies gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH saliva terhadap terjadinya karies gigi pada anak usia prasekolah. Penelitian dilakukan secara potong lintang pada 564 orang anak usia prasekolah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Provinsi DIY) dan Provinsi Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat keasaman (pH) saliva pada anak-anak usia prasekolah lebih dari 75% bersifat basa berkisar antara 6,8-8,0 dan tertinggi di Kabupaten Serang. Indeks def-t tertinggi 8,83 di Kabupaten Serang dan yang terendah 4,97 di Kotamadya Yogyakarta. Rerata jumlah gigi berlubang lebih banyak daripada gigi yang hilang maupun gigi yang ditambal.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pH Saliva pada anak-anak usia pra sekolah di Provinsi Banten dan Provinsi DIY tidak berhubungan dengan terjadinya karies gigi, dimana diketahui pH saliva nya tinggi (bersifat basa) tetapi indeks def-t nya tinggi, tetapi ada hubungan dengan kebiasaan anak minum susu yang manis (bergula),serta sering minum dan makan yang manis dan lengket.