%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Isfandari, Isfandari %A Mihardja, Laurentia %D 2017 %F bkpkkemkes:5691 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K DM, disability, Riskesdas 2013. %N 4 %P 267-274 %R http://dx.doi.org/10.22435/bpk.v45i4.7529.267-274 %T Gambaran Disabilitas pada Penduduk dengan Diabetes Mellitus di Indonesia, Riskesdas 2013 %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5691/ %V 45 %X Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan beban penyakit cukup tinggi karena disabilitas dan kematian yang diakibatkannya. Belum ada informasi mengenai prevalensi disabilitas terkait DM di masyarakat Indonesia. Analisis data dilakukan untuk mendapatkan gambaran disabilitas pada penduduk “Sehat” dan “DM” di Indonesia. Sampel yang dianalisis berasal dari data Riskesdas 2013 sejumlah 430.304 responden usia minimal 35 tahun. Hasil analisis menunjukkan prevalensi DM sebesar 3,6% pada usia minimal 35 tahun. Prevalensi pada perempuan lebih tinggi dari laki-laki, dan prevalensi DM lebih tinggi di wilayah perkotaan dibanding perdesaan. Disabilitas pada kelompok “Sehat” sebesar 13,8% dan pada DM sebesar 44,1%. DM mulai meningkat pada usia 55 tahun dan tertinggi pada usia 75 tahun ke atas (76,2%).Keterbatasan kognisi dan mobilitas merupakan keterbatasan tertinggi yang dialami penderita diabetes (diabetisi) . Kelompok DM berisiko gangguan keterbatasan 4,89 x (95% CI 4,74 – 5,07) dibanding kelompok “Sehat”. Disabilitaspadakelompok DM dengan stroke tertinggi dibanding kelompok lain. Dengan semakin meningkatnya prevalensi DM di Indonesia akansemakin meningkat disabilitas yang menjadi beban bagi si penderita, keluarga dan masyarakat. Diharapkan pemegang program meningkatkan penyuluhan dan kegiatan pencegahan DM, memperlambat terjadinya disabilitas pada DM dan meningkatkan penanganan disabilitas.