<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Gambaran Disabilitas pada Penduduk dengan Diabetes Mellitus di Indonesia, Riskesdas 2013</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Isfandari</mods:namePart><mods:namePart type="family">Isfandari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Laurentia</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mihardja</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan beban penyakit cukup tinggi&#13;
karena disabilitas dan kematian yang diakibatkannya. Belum ada informasi mengenai prevalensi disabilitas&#13;
terkait DM di masyarakat Indonesia. Analisis data dilakukan untuk mendapatkan gambaran disabilitas&#13;
pada penduduk “Sehat” dan “DM” di Indonesia. Sampel yang dianalisis berasal dari data Riskesdas 2013&#13;
sejumlah 430.304 responden usia minimal 35 tahun. Hasil analisis menunjukkan prevalensi DM sebesar&#13;
3,6% pada usia minimal 35 tahun. Prevalensi pada perempuan lebih tinggi dari laki-laki, dan prevalensi&#13;
DM lebih tinggi di wilayah perkotaan dibanding perdesaan. Disabilitas pada kelompok “Sehat” sebesar&#13;
13,8% dan pada DM sebesar 44,1%. DM mulai meningkat pada usia 55 tahun dan tertinggi pada usia 75&#13;
tahun ke atas (76,2%).Keterbatasan kognisi dan mobilitas merupakan keterbatasan tertinggi yang dialami&#13;
penderita diabetes (diabetisi) . Kelompok DM berisiko gangguan keterbatasan 4,89 x (95% CI 4,74&#13;
– 5,07) dibanding kelompok “Sehat”. Disabilitaspadakelompok DM dengan stroke tertinggi dibanding&#13;
kelompok lain. Dengan semakin meningkatnya prevalensi DM di Indonesia akansemakin meningkat&#13;
disabilitas yang menjadi beban bagi si penderita, keluarga dan masyarakat. Diharapkan pemegang&#13;
program meningkatkan penyuluhan dan kegiatan pencegahan DM, memperlambat terjadinya disabilitas&#13;
pada DM dan meningkatkan penanganan disabilitas.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WK Endocrine System</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2017-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>