<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Studi Keamanan Ramuan Jamu untuk Hiperurisemia dan Hipertensi</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">M. Wien</mods:namePart><mods:namePart type="family">Winarno</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Lucie</mods:namePart><mods:namePart type="family">Widowati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dian</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sundari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Telah dilakukan penelitian untuk menguji keamanan (preklinik), ramuan hiperurisemia dan&#13;
hipertensi. Dilaksanakan sebagai penelitian eksperimental laboratorium, meliputi uji toksisitas akut&#13;
dan uji toksisitas subkronis .Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai toksisitas akut (LD50)&#13;
oral dan adanya kelainan pada organ penting pada pemberian kedua ramuan jamu dalam jangka&#13;
panjang. Uji toksisitas akut menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar, sebanyak&#13;
50 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok dosis. Sedangkan pada uji toksisitas subkronik digunakan&#13;
40 ekor tikus putih yang dibagi dalam 4 kelompok dosis. Hasil penelitian didapatkan angka LD50&#13;
ramuan hiperurisemia &gt;10944 mg/200 g bb. atau &gt; 54720 mg/kg bb; sedangkan angka LD50 ramuan&#13;
hipertensi &gt;10038 mg/200 g bb. atau &gt;50190 mg/kg bb. Kedua ramuan dapat dianggap termasuk&#13;
ke dalam golongan bahan Practically non toxic (PNT). Pada uji toksisitas subkronis ramuan&#13;
hiperurisemia dosis terbesar (3078 mg/200 g bb.), yang diberikan terus menerus selama 90 hari,&#13;
tidak menimbulkan kelainan fungsi darah, hati dan ginjal. Begitu juga dengan ramuan hipertensi&#13;
dosis 3564 mg/200 g bb. yang diberikan terus menerus selama 90 hari tidak menunjukkan kelainan&#13;
pada fungsi darah, hati dan ginjal.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WB Practice of Medicine</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>