%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Rini, Pierlita %A Setiawaty, Vivi %A Soedarmono, Soedarmono %A Ibrahim, Fera %D 2015 %F bkpkkemkes:5698 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K Hepatitis C, Anti-HCV, HCV Ab-Ag, NAT %N 4 %P 213-218 %T Uji Saring Antigen dan Antibodi Hepatitis C Virus pada Darah Donor %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5698/ %V 43 %X Berdasarkan data dari Unit Transfusi Darah Pusat, prevalensi hepatitis C virus (HCV) pada darah donor di Indonesia dan Jakarta pada khususnya tahun 2012 adalah 0,39% dan 0,36%. Uji saring darah donor dapat menurunkan risiko tertular HCV. Penelitian ini bertujuan mengetahui sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan serologi antigen-antibodi yang memenuhi standard metoda NAT, sensitivitas 99,8% dan spesifisitas 95%. Pemeriksaan 135 darah donor, terdiri dari 35 positif dan 100 negatif dengan NAT HCV, yang diuji saring anti-HCV dengan CMIA, Ab-Ag HCV dengan ELISA dan bila ada perbedaan hasil antara NAT HCV, CMIA HCV dan ELISA Ag-Ab HCV, maka dilakukan pemeriksaan menggunakan imunoblot HCV. Dari 135 sampel, hasil ELISA Ag-Ab HCV terhadap 35 sampel positif RNA HCV juga menunjukkan hasil positif pada seluruhnya, tetapi pada 100 sampel negatif RNA HCV terdapat 3 sampel reaktif dan 97 non reaktif. Hasil pemeriksaan CMIA anti-HCV pada 35 sampel positif RNA HCV menunjukkan reaktif pada 35 sampel dan pada 100 sampel negatif RNA HCV terdapat 11 reaktif dan 89 non reaktif. Sensitivitas CMIA dengan NAT HCV 100%, spesifisitasnya 89%. Sensitivitas ELISA dengan NAT HCV 100%, spesifisitasnya 97%. Kesimpulan dari penelitian adalah pemeriksaan Antigen-Antibodi HCV ELISA memenuhi kriteria standar untuk digunakan sebagai uji saring darah donor sedangkan pemeriksaan Antibodi HCV CMIA tidak memenuhi kriteria standar sebagai uji saring darah donor.