<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Distribusi dan Perilaku Vektor Malaria di Kabupaten Merauke, Papua</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Shinta</mods:namePart><mods:namePart type="family">Shinta</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Putu</mods:namePart><mods:namePart type="family">Marjana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Malaria masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia, sering menimbulkan wabah dan peringkat&#13;
ke-8 dari sepuluh penyebab utama kematian di Indonesia Timur. Kabupaten Merauke merupakan&#13;
salah satu Kabupaten di Indonesia Timur yang masih memiliki masalah malaria. Informasi tentang&#13;
vektor penular malaria di wilayah tersebut masih sangat kurang, oleh karena itu pada bulan Juni 2014&#13;
telah dilakukan penelitian Distribusi dan Perilaku Vektor Malaria di Kabupaten Merauke, dengan&#13;
tujuan memahami Bio-ekologi vektor malaria sebagai dasar pengembangan kebijakan pengendalian&#13;
malaria bagi Dinas Kesehatan Merauke yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Penelitian&#13;
dilakukan di 4 distrik di Kabupaten Merauke. yaitu distrik Tanah miring, Kurik, Sota dan Merauke.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Merauke terdapat habitat perkembangbiakan&#13;
alami berupa parit, kobakan, kubangan, kolam dan rawa-rawa, persawahan dan saluran irigasi dan&#13;
dan buatan manusia berupa kolam tidak produktif yang terbentuk akibat galian tanah untuk membuat&#13;
batu bata. Larva dan nyamuk Anopheles yang berhasil dikoleksi dari wilayah Kabupaten Merauke&#13;
adalah An. bancroftii, An. farauti A1b, An. hilli, An. lungae, An. meraukensis, dan An. peditaeniatus.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC Communicable Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>