<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Probabilitas Waktu Seorang Ibu Menyusui Pertama Kali Bayinya&#13;
dan Faktor yang Mempengaruhi</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Poedji Hastoety Djaiman</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sihadi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sihadi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan utama bagi bayi, namun masih ada 6,7%&#13;
bayi di Indonesia yang tidak pernah mendapatkan ASI sejak lahir. Ada keterkaitan pemberian ASI&#13;
pertama dengan pemberian ASI ekslusif dan keberlangsungan pemberian ASI hingga usia 2 tahun.&#13;
Analisis ini menggali waktu pertama kali ibu memberikan ASI dan faktor yang mempengaruhinya.&#13;
Analisis yang digunakan adalah analisis survival, dengan event adalah waktu pertama kali ibu&#13;
menyusui anaknya sebelum diberikan makanan. Sensor adalah bayi yang diberi ASI diatas 24 jam,&#13;
dan waktu adalah pemberian ASI pertama kali. Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap&#13;
pemberian ASI pertama kali digunakan regresi cox. Median waktu pemberian ASI pertama kali&#13;
1,85 jam setelah bayi lahir. Ada 52,5% ibu memberikan ASI pertama kali dibawah 1,85 jam. Ada&#13;
enam faktor berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan pemberian ASI pertama. Enam faktor&#13;
tersebut adalah: komplikasi yang dialami ibu pada saat kehamilan, status pekerjaan ibu, status berat&#13;
badan lahir anak, umur kandungan pada saat bayi dilahirkan, cara partus dan lamanya bayi dirawat&#13;
setelah dilahirkan. Dari enam faktor yang berpengaruh, lima faktor terkait proses persalinan, kondisi&#13;
bayi yang dilahirkan, dan berhubungan dengan tenaga kesehatan serta fasilitas kesehatan. Perlu ada&#13;
optimalisasi fungsi tenaga kesehatan, serta peningkatan penjaringan persalinan di fasilitas kesehatan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS Pediatrics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>