<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pemeriksaan Karies Gigi pada Beberapa Kelompok Usia oleh Petugas dengan Latar Belakang Berbeda di Provinsi Kalimantan Barat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Indirawati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Tjahja Notohartojo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Lannywati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ghani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Indikator utama pengukuran karies gigi menurut WHO adalah DMF-T. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk membandingkan hasil pemeriksaan DMF-T antara dokter gigi dan bukan dokter gigi. Desain&#13;
penelitian adalah uji beda Mean. Penelitian dilakukan di Propinsi Kalimantan Barat, dan dilaksanakan&#13;
pada bulan Maret hingga Oktober 2010. Subjek penelitian berjumlah 90 orang, terdiri dari masingmasing&#13;
30 orang laki-laki dan perempuan usia 18 tahun, 35-44 tahun dan 60 tahun keatas. DMF-T&#13;
usia 18 tahun yang diperiksa dokter gigi adalah 4,11, sedang yang diperiksa bukan dokter gigi adalah&#13;
2,51. Pada usia 35-44 tahun yang diperiksa oleh dokter gigi memiliki tingkat keparahan cukup yaitu&#13;
9,82 , sedangkan yang diperiksa bukan dokter gigi yaitu 7,79. Untuk usia lansia yang diperiksa&#13;
dokter gigi yaitu 24,13 demikian juga hasil pemeriksaan bukan dokter gigi 23,80. Kesimpulan: Hasil&#13;
pengukuran bukan dokter gigi lebih rendah (berbeda bermakna) dari pada pengukuran dokter gigi&#13;
pada responden usia dewasa maupun usia lansia. Semakin tinggi usia responden, semakin tinggi&#13;
pula tingkat keparahan karies nya ( nilai DMF-T nya meningkat). Disarankan untuk melakukan&#13;
penyamaan persepsi yang lebih baik dan lebih rinci antar pemeriksa, sehingga didapatkan hasil&#13;
pemeriksaan yang lebih baik dan lebih akurat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WU Dentistry. Oral Surgery</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>