<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERBANDINGAN IMT DAN INDIKATOR OBESITAS SENTRAL TERHADAP&#13;
KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 (DMT2)&#13;
(Analisis data sekunder baseline studi kohor PTM di kelurahan Kebon Kalapa Bogor tahun 2011)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Made</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dewi Susilawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muljati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Krisnawati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Bantas</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Latar belakang: Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa obesitas berkaitan dengan risiko&#13;
terjadinya DM tipe 2 (DMT2). Namun indikator pengukuran obesitas yang paling tepat dalam&#13;
memprediksi terjadinya DMT2 masih berbeda-beda. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi&#13;
indikator pengukuran obesitas umum atau obesitas sentral yang lebih kuat hubungannya dengan&#13;
kejadian DMT2. Metode : Desain penelitian ini potong lintang dengan menggunakan data sekunder&#13;
dari data dasar studi kohor faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) Badan Litbangkes RI tahun&#13;
2011. Analisis menggunakan regresi logistik ganda. Hasil : Kekuatan hubungan ketiga indikator&#13;
obesitas yaitu IMT, LP dan rasio LP/TB terhadap terjadinya DMT2 tidak berbeda. Odds Ratio IMT&#13;
2,83 OR LP 2,70 dan OR LP/TB 2,49 dengan nilai 95 % CI yang berhimpitan. Kesimpulan : Kekuatan&#13;
hubungan ketiga indikator obesitas terhadap terjadinya DMT2 setelah dikontrol faktor umur, riwayat&#13;
keluarga, hipertensi dan aktifitas fisik tidak jauh berbeda. Maka dalam penggunaan indikator tersebut&#13;
tergantung keputusan praktisi kesehatan sesuai sumber daya yang ada.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WK Endocrine System</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>