%L bkpkkemkes5713 %J Buletin Penelitian Kesehatan %V 43 %X Kegiatan pemetaan kasus dan habitat perkembangbiakan vektor di daerah High Incidence Area, Kabupaten Lombok Tengah bertujuan untuk memperoleh informasi tentang epidemiologi penularan malaria di Desa Bilelando, Kuta dan Selong Belanak. Desain penelitian adalah cross sectional. Kegiatan entomologi yang dilakukan meliputi : identifikasi nyamuk tersangka vektor, indentifikasi jentik dan habitat perkembangbiakan. Kegiatan penangkapan nyamuk dewasa dilakukan dengan metode Man Hour Density (MHD). Anopheles spp. yang diketemukan sebanyak 6 (enam) spesies yaitu An. vagus, An. subpictus, An. sundaicus, An. maculatus, An. aconitus dan An. anularis. Dari Fluktuasi kepadatan per spesies terlihat bahwa An. vagus merupakan spesies yang paling banyak diketemukan, puncak kepadatannya pada jam 19.00-20.00, jam 21.00-22.00 dan jam 01.00-02.00. Hasil uji ELISA spesies An.vagus positif mengandung sporozoite P.vivax. Habitat perkembangbiakan yang potensial sebagai tempat perkembangbiakan Anopheles spp. banyak dijumpai di daerah pesisir pantai seperti lagun, sungai dan persawahan, dengan penyebaran pada lokasi yang dekat sekali dengan garis pantai. Disimpulkan bahwa spesies Anopheles spp. yang diketemukan sebanyak 6 (enam) spesies dan spesies yang positif mengandung sporozoite An.vagus dan habitat perkembangbiakan yang potensial sebagai tempat perkembangbiakan Anopheles spp. adalah lagun, sungai dan persawahan serta mempunyai pengaruh terhadap penyebaran kasus malaria. %T HUBUNGAN SEBARAN HABITAT PERKEMBANGBIAKAN VEKTOR DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DAERAH HIGH INCIDENCE AREA (HIA) KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT %K mapping, breeding placess, vector, malaria %D 2015 %A Muhammad Kazwaini %A Fridolina Mau %P 23-34 %R DOI: 10.22435/bpk.v43i1.3965.23-34 %N 1 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan