<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>WAKTU REGENERASI BAKTERI Vibrio cholerae PADA MEDIUM APW</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Kambang</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sariadji</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Melati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Syamsidar,</mods:namePart><mods:namePart type="family">Syamsidar</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Novi</mods:namePart><mods:namePart type="family">A</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sundari</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sundari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Khari</mods:namePart><mods:namePart type="family">Khari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Vibrio cholerae dapat menjadi pencemar pada air dan makanan yang dapat menyebabkan diare pada&#13;
seseorang yang mengkonsumsinya. Penderita penyakit kolera pada kasus yang berat dapat menyebabkan&#13;
kematian. Vibrio cholerae pada lingkungan yang ekstrim dapat menjadi viable but nonculturable,&#13;
sehingga secara epidemiologi lingkungan ini mempunyai andil dalam menyebabkan wabah kolera.&#13;
Sementara pada kondisi yang menguntungkan, bakteri ini dapat tumbuh dengan cepat. Namun&#13;
informasi tentang kecepatan pertumbuhan dari cholerae sebagai antisipasi tindakan pencegahan wabah&#13;
masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu regenerasi cholerae dari waktu&#13;
ke waktu dalam kondisi yang optimum, sehingga dapat menjadi dasar penilaian ketika terjadi wabah&#13;
kolera. Peningkatan jumlah bakteri ini dilakukan dengan cara membuat jumlah sel cholerae terlebih&#13;
dahulu menjadi 101 cfu/mL melalui pengenceran, kemudian ditentukan jumlah bakteri awal yang&#13;
sesungguhnya dengan metode hitung koloni menggunakan medium Thio sulphate Citrate Bile Sucrose&#13;
(TCBS). Untuk mengetahui kecepatan pertuumbuhan bakteri maka jumlah sel 101 cfu/mL diambil&#13;
sebanyak 2 ml dan ditumbuhkan pada medium pengayaan yakni medium alkali peptone water (APW),&#13;
kemudian diinkubasi pada suhu 37°C. Setiap satu jam sampai jam ke delapan dilakukan pengukuran&#13;
jumlah bakteri dengan metode hitung koloni menggunakan medium TCBS, kemudian ditentukan waktu&#13;
generasi V.cholerae . Hasil penelitian menunjukkan waktu regenerasi Vibrio cholerae dari jam ke jam&#13;
selama 8 jam adalah antara 8-18 menit.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC Communicable Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>