<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Koefesien Kappa sebagai Indeks Kesepakatan Hasil Diognosis&#13;
Mikroskopis Malaria di Kabupaten Belu&#13;
Nusa Tenggara Timur</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fridolina</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mau</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Supargiyono</mods:namePart><mods:namePart type="family">Supargiyono</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">E.</mods:namePart><mods:namePart type="family">Elsa Herdiana Murhandarwati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pemeriksaan sediaan darah masih merupakan baku emas penegakan diagnosis malaria di Indonesia.&#13;
Pemantapan kualitas mikroskopis malaria merupakan hal penting dalam pemantauan dan pengawasan&#13;
pemberian obat anti malaria yang tepat sasaran. Pemantapan dilakukan untuk mendapatkan ketepatan&#13;
diagnosis dan sebagai bahan evaluasi dalam upaya perbaikan keterampilan mikroskopis dijarak yang&#13;
akan datang. Metode penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan pemeriksaan mikroskopis malaria pada tenaga mikroskopis malaria di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kemampuan diagnosis malaria petugas&#13;
mikroskopis Puskesmas dan kabupaten dievaluasi dengan pemberian sediaan darah baku&#13;
maupun sediaan darah yang didapat dari Passive Case Detection (PCD). Evaluasi kinerja&#13;
dilakukan dengan pengamatan dan pengisian checklist oleh peneliti. Penelitian dilakukan pada&#13;
bulan April - Juni 2012 di Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pemantauan kualitas&#13;
dinilai berdasarkan hasil cross check dan penilaian koefisien Kappa antara tenaga mikroskopis&#13;
Puskesmas dan mikrokopis dinas kesehatan kabupaten dengan mikroskopis parasitologi&#13;
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) yang tersertifikasi, hasil kesepakatan&#13;
diagnosis menunjukan kekuatan kesepakatan antara mikroskopis Puskesmas dan mikroskopis&#13;
dinas kesehatan kabupaten “baik” (Kappa 0,61-0,80) sedangkan Kappa antara kabupaten dengan&#13;
FK UGM nenunjukan “kurang” (0,20-0,40).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC Communicable Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>