<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KAJIAN PENERAPAN SISTEM EKO-SANITASI DALAM PEMANFAATAN KEMBALI LIMBAH MANUSIA YANG TERLUPAKAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tri Prasetyo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sasimartoyo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Keadaan sanitasi lingkungan di Indonesia baik di daerah perkotaan maupun perdesaan masih&#13;
be/um memadai, sehingga menimbulkan dampak yang sangat mengkhawatirkan terhadap kesehatan&#13;
dan lingkungan. Sa/ah satu faktor penting yang menentukan derajat sanitasi lingkungan adalah&#13;
pembuangan limbah (tinja dan urine) manusia. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
cakupan penduduk yang menggunakan sarana pembuangan limbah yang memenuhi syarat masih&#13;
sangat rendah. Sebagian masyarakat masih membuang limbah di sembarang tempat, atau&#13;
walaupun ada sarana pembuangan limbah, tetapi be/um memenuhi syarat sanitasi. Walaupun&#13;
berbagai upaya te/ah dilakukan, untuk meningkatkan jumlah penduduk yang mempunyai akses&#13;
kepada sarana pembuangan limbah yang layak, namun peningkatan jumlah sarana tersebut tidak&#13;
dapat mengejar tingkat pertambahan penduduk yang tinggi.&#13;
Penyediaan sarana pembuangan limbah khususnya tinja, yang diterapkan selama ini sebagian&#13;
besar menggunakan sistem on-site yang be/um banyak memberikan manfaat ekstra berupa&#13;
pemanfaatan hasil samping, seperti biogas dan pupuk. Banyak penelitian telah dilakukan di&#13;
berbagai negara yang menunjukkan manfaat tinja sebagai sumberdaya alam yang terbarukan ha!&#13;
ini dilakukan dengan menerapkan suatu sistem pembuangan tinja, yang selain memberikanjaminan&#13;
kesehatan juga memberikan manfaat lainnya berupa alternatif sumber energi rumah tangga dan&#13;
pupuk untuk pertanian. Pendekatan tersebut dikenal sebagai sanitasi ekologis atau ekosanitasi.&#13;
Namun demikian, penerapan sistem tersebut harus mempertimbangkan faktor-faktor ,antara lain&#13;
jenis kegiatan utama penduduk, tingkat kepadatan penduduk, dan penerimaan masyarakat sehingga&#13;
dampak pencemaran terhadap tanah dan air dapat dicegah. Makalah ini, mengkaji berbagai&#13;
alternatif penerapan sistem ekosanitasi yang dapat diterapkan di suatu kelompok masyarakat&#13;
tertentu. Diharapkan, kajian ini dapat membantu peningkatan status kesehatan masyarakat, melalui&#13;
upaya peningkatan kondisi dan cakupan sarana pembuangan limbah, khususnya tinja serta&#13;
pemanfaatannya sebagai sumber energi (penerangan &#13;
memasak) dan pupuk alternatif untuk&#13;
peningkatan produksi pertanian.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA 670-847 Sanitation. Environmental Control</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2002</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>