<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>VAKSIN HAEMOPHILUS INFLUENZAE type b (Hib) UNTUK PENCEGAHAN MENINGITIS DAN PNEUMONIA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muljati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Prijanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Haemophilus influenzae tipe b (Hib) adalah&#13;
salah satu kuman penyebab penyakit&#13;
meningitis dan pneumonia terutama pada &#13;
anak berumur dibawah 5 tahun dan paling sering&#13;
menyebabkan kematian. Vaksin Hib merupakan  &#13;
satu-satunya yang dapat mencegah sebagian besar&#13;
penyakit tersebut. Berbagai studi telah dilakukan di&#13;
beberapa negara untuk membuktikan&#13;
bahwa vaksin&#13;
tersebut aman, efektif dan berdaya guna&#13;
menurunkan angka kematian dan kesakitan.&#13;
Beberapa negara seperti Filipina, Thailand dan&#13;
bahkan Indonesia telah ikut dalam penelitian untuk&#13;
menguji vaksin ini. Pada saat ini 34 negara terdiri&#13;
dari 19 negara industri dan 15 negara berkembang&#13;
telah menggunakan vaksin Hib konjugat dalam&#13;
prograrn imunisasi anak secara rutin. Dari 215&#13;
negara dan teritorial, sekitar 84% ( 181 negara)&#13;
masih belum menggunakan vaksin Hib untuk&#13;
program imunisasi.(1). Tulisan ini akan membahas&#13;
mengenai vaksin Hib dalam upaya pencegahan&#13;
penyakit meningitis dan pneumonia.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 500-590 Virus Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2002</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>