<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EFEKTIVITAS DIAGNOSIS MIKROSKOPIS MALARIA DI TIGA PUSKESMAS DI KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Basundari</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sri Utami</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Supriyanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">M.</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sururi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Riyanti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ekowatiningsih</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Prinsip pengobatan yang dipakai sebagai acuan unit-unit kesehatan masyarakat adalah: penyembuhan&#13;
penderita malaria secara cepat, mengurangi/memb asmi parasitemia, mencegah komplikasi dan kematian,&#13;
mengobati rekrudensilrelaps. mencegah kekambuhan kembali, mengurangi penularan. Pengob atan malaria&#13;
yang dilakukan di P Jawa dan P'Bali atas dasar hasil diagnosis mikroskopis, yaitu ditemukannya &#13;
Plasmodium di dalam darah penderita (standar diagnosis laboratoriitm). Sesudah pengobatan, sediaan&#13;
darah penderita diperiksa secara berkala. Kebijakan ini memerlukan konfirmasi hasil pemeriksaan&#13;
mikroskopis yang akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai efektifitas mikroskopis sebagai&#13;
perangkat diagnosis malaria di puskesmas.&#13;
Penelitian ini&#13;
dilakukan di 3 Puskesmas di wilayah Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah; yaitu:&#13;
Puskesmas Begelen II, Puskesmas Bener dan Puskesmas Kemiri I. Desain penelitian adalah kros seksional &#13;
(cross sectional study) dengan sampel penelitian sebanyak 186 subyek penelitian. Pengukuran dilakukan&#13;
dengan menghitung reliabilitas antar dan inter petugas mikroskopis (observer), validitas hasil boca,&#13;
penghitungan biaya dan pengukuran waktu diagnosis, sebagai baku emas (metode standar) adalah&#13;
mikroskopis Pusat (Sub Dit Malaria, P2MPL. DepKes).&#13;
Reliabilitas dan validitas diagnosis mikroskopis untuk malaria vivax di Puskesmas Bener dan Kemiri I&#13;
menunjukkan hasil kurang baik. sensitivitas dan spesivisitas sebesar 53. 7% (CJ= 95%; 0,5414 - 0.5325) &#13;
don 98,4% (C/=95%; 0,9851 - 0,9828) dan 52, 7% (CJ= 95%; 0,5314 - 0,5225) dan 98,4% (Cl=95%,&#13;
0,9851 - 0,9828). Untuk diagnosis malaria falsiparum Puskesmas Kemiri I menunjukkan hasil yang kurang&#13;
b aik, sensitifitas don spesivisitas sebesar 7 I, 7% (CJ= 95%; 0, 7209-0.713) dan 95% (CJ=95%, 0,9519-&#13;
0,948) Biaya pemeriksaan per sampel untuk melakukan diagnosis malaria adalah Rp 863. I 90, 06. biaya&#13;
tersebut adalah ap abila pelatihan mikroskopis hanya 1 (satu) ka/i.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 500-590 Virus Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2002</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>