<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENYULUHAN TEPAT GUNA YANG BERKAITAN DENGAN PENYAKIT MALARIA BAGI PENDUDUK HARGOTIRTO KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULONPROGO, DI YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Siti Sapardiyah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Santoso</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Imam</mods:namePart><mods:namePart type="family">Waluyo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Kenti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Friskarini</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian "Penyuluhan yang Tepat Guna bagi Masyarakat Daerah Endemis Malaria di&#13;
Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta " dilakukan untuk&#13;
mendapatkan gambaran karakteristik kelompok sasaran, tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku&#13;
kelompok sasaran sebelum dan sesudah intervensi. dan mendapatkan penyuluhan yang tepat guna&#13;
untuk masyarakat kelompok sasaran.&#13;
Metode pengumpulan data dilakukan pada awal sebelum dilakukan intervensi dan pada akhir&#13;
setelah dilakukan intervensi. Intervensi dilakukan dengan cara tatap muka, diskusi, dan a/at bantu&#13;
media penyuluhan sebanyak tiga kali. Subyek penelitian adalah ibu, bapak, tokoh masyarakat (Toma),&#13;
dan remaja yang dipilih berdasarkan cara sampling acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan&#13;
dengan cara menggunakan kuesioner. Hal ini dilakukan untuk menggali informasi pengetahuan,&#13;
sikap, dan perilaku secara kuantitatif: Dan, diskusi kelompok terarah (DKT) menggali informasi &#13;
pengetahuan, sikap dan perilaku, termasuk keyakinan, dan harapan masyarakat secara kualitatif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku secara &#13;
bermakna pada kelompok intervensi. Peningkatan persentase pada kelompok sasaran berkisar, antara&#13;
10% sampai 80%. Sedang pada daerah kontrol hanya sekitar 5% sampai 40%, terutama pengetahuan&#13;
tentang nyamuk malaria. Peningkatan yang terjadi pada kelompok kontrol kemungkinan karena&#13;
adanya difusi dari daerah intervensi atau program rutin yang dilakukan oleh Dinos Kesehatan.&#13;
Penyuluhan yang dilakukan dengan tatap muka, diskusi dengan alat bantu media tentang&#13;
malaria dapat dilakukan secara mudah dan praktis, dibandingkan dengan menggunakan film atau&#13;
video, serta dapat dilakukan secara interpersonal maupun kelompok. Guna penerapan di daerah lain&#13;
diperlukan tenaga yang secara teratur melakukan tatap muka dan diskusi dengan kelompok&#13;
masyarakat. Penyuluhan tersebut harus terintegrasi dengan strategi advokasi, bina suasana dan&#13;
gerakan (ABG), promosi kesehatan. Sa/ah satu caranya adalah melatih kader kesehatan dan&#13;
meningkatkan kemitraan dengan pihak swasta atau lembaga masyarakat setempat</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 500-590 Virus Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2002</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>