%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Heriyanto, Bambang %A Rosavika Kinansi, Revi %D 2013 %F bkpkkemkes:5781 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K disease, visual representation, data, correlation, the data dimension %N 2 %P 120-130 %T ANALISIS BIPLOT PADA DATA KASUS PENYAKIT DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA TAHUN 2009 %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5781/ %V 41 %X Untuk mengurangi penyebaran penyakit di negara berkembang seperti Indonesia, dibutuhkan data serta metode praktis untuk menentukan bagaimana cara mengatasi penyakit yang setiap tahun meningkat dengan cepat. Metode statistik deskriptif umumnya hanya menggambarkan data pada dimensi, yang berarti bahwa hanya satu variabel, sehingga ketika diterapkan pada data dimensi tinggi penggambaran secara visual yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit di daerah umum dan mencari tahu apa korelasi antara kasus, misalnya korelasi antara penyakit tuberkolosis dengan H V-AIDS dan kedekatan antar keduanya dengan hanya satu tabel saja. Hasilanalisis biplot telah dilakukan pada daerah yang memiliki banyak kasus campak di Kota Batam pada Tahun 2009 antara lain di Kecamatan Sei Beduk, Lubuk Baja dan Batam Kota. Kecamatan yang memiliki banyak kasus IMS adalah Kecamatan Batu Aji dan Nongsa. Sedangkan untuk data Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2009, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Sumba Timur adalah beberapa kabupaten yang perlu dilakukan pendampingan lebih intensif karena hampir semua variabel penyakit bergerombol di daerah tersebut.