relation: http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5786/ title: FAKTOR RISIKO FILARIASIS DI KABUPATEN MUARO JAMBI creator: Santoso, Santoso creator: Sitorus, Hotnida creator: Oktarina, Reni subject: WC Communicable Diseases description: Provinsi Jambi merupakan salah satu wilayah endemis filariasis. Hampir seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi terdapat kasus kronis filariasis. Jumlah kasus kronis filariasis yang dilaporkan di Provinsi Jambi sampai dengan tahun 2011 sebanyak 343 kasus. Kasus tersebut tersebar di 9 dari Kabupaten/Kota . Jumlah kasus filariasis terbanyak di Kabupaten Muaro Jambi sebesar 149 kasus. Filariasis di Kabupaten Muaro Jambi menyebar hampir di seluruh kecamatan. Jumlah kasus terbanyak ditemukan di wilayah Puskesmas Muaro Kumpeh sebanyak 45 kasus. Kegiatan pengobatan massal telah dilakukan sejak tahun 2003, namun hingga saat ini masih ditemukan adanya kasus baru. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko filariasis. Desain penelitian adalah cross sectional dengan melakukan wawancara terhadap 412 orang responden yang meliputi 128 kasus dan 248 bukan kasus. Analisis data dilakukan secara multivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa determinan faktor risiko kejadian filariasis di Kabupaten Muaro Jambi adalah adanya genangan air di sekitar rumah, waktu tempuh ke sarana kesehatan, perilaku pencegahan gigitan nyamuk di dalam rumah, lama tinggal, tingkat pendidikan dan jenis kelamin. Probabilitas orang dengan seluruh faktor risiko tersebut sebesar 95.9% untuk terinfeksi filariasis dengan OR 23,5 kali. publisher: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan date: 2013-09 type: Article type: PeerReviewed format: text language: id identifier: http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5786/1/d177c85e-17da-42fc-9d98-bf1567af724e%20hal%20152-162.pdf identifier: Santoso, Santoso and Sitorus, Hotnida and Oktarina, Reni (2013) FAKTOR RISIKO FILARIASIS DI KABUPATEN MUARO JAMBI. Buletin Penelitian Kesehatan, 41 (3). pp. 152-162. ISSN 0125-9695 relation: DOI: 10.22435/bpk.v41i3 Sep.3286.152-162 relation: DOI: 10.22435/bpk.v41i3 Sep.3286.152-162 identifier: DOI: 10.22435/bpk.v41i3 Sep.3286.152-162