<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>DISTRIBUSI VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DAERAH  PERKOTAAN DAN PERDESAAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nova</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pramestuti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Anggun</mods:namePart><mods:namePart type="family">Paramita Djati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu wilayah endemis baru Demam Berdarah&#13;
Dengue (DBD) dengan peningkatan incidence rate (IR) 29.38/100.000 penduduk pada&#13;
tahun 2009 menjadi 47,71/100.000 penduduk pada tahun 2010. Tujuan penelitian untuk&#13;
menentukan vektor DBD, mendeskripsikan distribusi vektor DBD di perkotaan dan&#13;
perdesaan, mendeskripsikan kondisi lingkungan biologi dan distribusi vektor DBD&#13;
berdasarkan tata guna lahan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Penelitian&#13;
dilakukan di perkotaan dan perdesaan di Kabupaten Banjarnegara bulan April-Oktober&#13;
2012. Sampel nyamuk dari survei larva dan nyamuk dewasa dalam radius 100 meter dari&#13;
tempat tinggal kasus DBD baru bulan April-September 2012. Pemeriksaan virus Dengue&#13;
pada nyamuk dengan metode imunositokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
infection rate Aedes aegypti di perkotaan sebesar 11,9%, infection rate Ae. albopictus di&#13;
perdesaan sebesar 17,4%. Tanaman hias lebih dominan di perkotaan (88,9%), tanaman&#13;
pekarangan lebih dominan di perdesaan (69,4%). Aedes aegypti dan Ae. albopictus&#13;
merupakan vektor DBD di Kabupaten Banjarnegara. Aedes aegypti lebih banyak ditemukan di perkotaan pada areal permukiman dimana keberadaan tanaman hias lebih&#13;
dominan. Aedes albopictus lebih banyak ditemukan di perdesaan pada areal permukiman&#13;
yang dikelilingi kebun dimana keberadaan tanaman pekarangan lebih dominan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC Communicable Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2013-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>