TY - JOUR SP - 171 IS - 3 AV - public TI - PERKEMBANGAN KOLONI PRIMER EMBRYONIC STEM CELL (ESC) MENCIT PASCA VITRIFIKASI INNER CELL MASS (ICM) EP - 178 ID - bkpkkemkes5788 UR - DOI: 10.22435/bpk.v41i3 Sep.3288.171-178 A1 - Rinendyaputri, Ratih A1 - Boediono, Arief Y1 - 2013/09// VL - 41 JF - Buletin Penelitian Kesehatan SN - 0125-9695 N2 - Aplikasi maupun penelitian dasar untuk menggali potensi sel punca khususnya pemanfaatan sel punca di bidang kesehatan terus dilakukan. Teknologi kriopreservasi dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan sel punca. Penelitian ini bertujuan mengamati perkembangan koloni primer embryonic stem cell (ESC) mencit pasca vitrifikasi inner cell mass (ICM). Inner Cell Mass (ICM) diperoleh dari embrio blastosis mencit betina 6ZLV?ZHEVWHU?PHQJJXQDNDQ? SUHJQDQW?PDUH¶V? VHUXP? JRQDGRWURSLQ? ?306*?? GDQ? KXPDQ? chorionic gonadotropin (hCG). ICM diisolasi dari embrio blastosis menggunakan metode immunosurgery. ICM yang diperoleh dibagi menjadi dua kelompok yaitu ICM kontrol dan ICM vitrifikasi. Kedua kelompok dikultur serta dilakukan pengamatan terhadap tingkat perlekatan (attachment rate/AR) ICM, tingkat pembentukan koloni primer ESC (primary colony/PC) dan diameter koloni primer ESC yang dikategorikan menjadi 3 kelompok yaitu kecil, sedang dan besar. Hasil menunjukkan bahwa ICM vitrifikasi mempunyai persentase AR dan diameter koloni primer ESC pada kelompok sedang lebih rendah (p<0,05) terhadap ICM kontrol. Namun persentase PC serta diameter koloni primer ESC kelompok kecil dan besar pada ICM vitrifikasi tidak menunjukkan perbedaan (P>0,05) terhadap kontrol. Penelitian ini menunjukkan bahwa vitrifikasi dapat digunakan untuk kriopreservasi ICM sebagai sumber ESC. KW - blastocyst KW - inner cell mass KW - ICM KW - vitrification PB - Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan ER -