%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Paramita, Astridya %A Pranata, Setia %D 2013 %F bkpkkemkes:5789 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K characteristic and social state of household, accessibility to Polindes, Polindes utilization %N 3 %P 179-194 %T ANALISIS FAKTOR PEMANFAATAN POLINDES MENURUT KONSEP MODEL PERILAKU KESEHATAN ”ANDERSON” (Analisis Lanjut Data RISKESDAS 2007) %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5789/ %V 41 %X Perbedaan kebutuhan dan tuntutan masyarakat di perkotaan, perdesaan, daerah kepulauan dan terpencil menyebabkan perlunya pendekatan dan penyediaan model pelayanan yang berbeda pula. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pondok Bersalin di Desa (Polindes), sebagai model yang bertujuan memudahkan akses terhadap pelayanan persalinan dan membantu mengatasi masalah mortalitas, perlu dilihat lagi pemanfaatannya. Tulisan ini adalah artikel yang merupakan bagian dari kajian analisis lanjut data sekunder Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. Tehnik analisis yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik multiple untuk memperoleh gambaran hubungan antara karakteristik, status sosial rumah tangga, dan kemudahan akses Polindes terhadap pemanfaatan Polindes. Hasil kajian menunjukkan pemanfaaatan Polindes oleh rumah tangga di Indonesia masih rendah dengan alasan tidak butuh pelayanan Polindes. Uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara jarak tempuh, waktu tempuh, klasifikasi desa, pengeluaran per kapita, pekerjaan, pendidikan, dan umur kepala rumah tangga terhadap pemanfaatan Polindes. Hasil uji regresi logistik multiple menunjukkan adanya kecenderungan pemanfaatan Polindes oleh rumah tangga berdasarkan jarak tempuh, waktu tempuh, klasifikasi desa, pengeluaran per kapita, pekerjaan, pendidikan dan umur kepala rumah tangga. Kesimpulan yang dapat diambil dari tulisan ini adalah Polindes lebih tepat didesain untuk kelompok rumah tangga pra sejahtera, berpendidikan rendah, bermata pencaharian petani atau nelayan, dan berlokasi di pedesaan atau daerah terpencil dengan keterbatasan alat transportasi