<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>SURVEI TITER ANTI BODI ANAK SEKOLAH USIA 6--17 TAHUN&#13;
DI DAERAH KLB DIFTERI DAN NON KLB DI INDONESIA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Noer</mods:namePart><mods:namePart type="family">Endah Pracoyo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Roselinda</mods:namePart><mods:namePart type="family">Roselinda</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Difteria adalah penyakit infeksi Reemerging tersebar luas di dunia. Infeksi kuman&#13;
Corynebacterium diphtheria biasanya tidak invasif, tetapi kuman dapat&#13;
memproduksi toksin yang dapat menimbulkan efek patologis pada otot jantung&#13;
dan organ lain, dan berisiko terjadi kematian (10-17%). Difteri dapat dicegah&#13;
dengan imunisasi. Imunisasi diberikan pada saat bayi umur 0-11 bulan sebanyak tiga kali dan imunisasi lanjutan (booster), yakni imunisasi satu kali pada anak usia&#13;
sekolah kelas 1 Sekolah Dasar yang dilaksanakan pada Bulan Imunisasi Anak&#13;
Sekolah. Untuk mengetahui adanya titer antibodi difteri maka dilakukan&#13;
penelitian serosurvei titer antibodi terhadap difteri pada anak sekolah usia 6 tahun&#13;
sampai 17 tahun. Penelitian ini membandingkan titer antibodi anti difteri pada&#13;
anak di daerah yang melaporkan adanya kasus difteri dan tidak ada kasus&#13;
difteri.Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2010 sampai Desember 2010.&#13;
Penelitian untuk mengukur titer antibodi anak sekolah di daerah kasus dan bukan&#13;
daerah kasus. Penelitian merupakan kasus kontrol yang dipadankan. Sampel&#13;
berupa serum responden yang diperiksa titer antibodi terhadap difteri.&#13;
Pemeriksaan titer antibodi dengan cara Elisa, (Enzyme Imunosorben assay)&#13;
Penelitian mendapatkan izin etik dari Komisi Etik Badan Litbang Kesehatan.&#13;
Jumlah sampel kasus sebanyak 225 sampel dan kontrol 225 sampel. Analisis&#13;
data dengan menggunakan soft ware (SPSS16.00). Responden yang tinggal di&#13;
daerah kasus berisiko terinfeksi 2,3 kali lebih besar dibandingkan responden yang&#13;
tinggal di daerah bukan kasus. Imunisasi penting dilakukan untuk pembentukan&#13;
kekebalan dalam tubuh.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC Communicable Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2013-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>