@article{bkpkkemkes5823, title = {TELAAH ANTI KLASTOGENIK EKSTRAK KASAR RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA galanga L.) TERHADAP AKTIVITAS KLASTOGENIK MITOMISIN C PADA ERITROSIT POLIKROMATIK MENCIT}, number = {3}, pages = {35--39}, journal = {Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan}, publisher = {Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan}, year = {2001}, volume = {11}, issn = {0853-9987}, abstract = {Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi antiklastogenik rimpang kencur terhadap alctivitas klastogenik mitomicin C eritrosit polikromatik mencit. Penelitian ini menggunakan uji mikronukleus 30 ekor mencit (Mus musculus L.) jantan galur Swiss yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, masing-masing 5 ulangan. Perlakuan I adalah kontrol, yaitu mencit yang diberi dengan akuades murni. Perlakuan II, III, IV, V, dan VI yaitu mencit yang diberi ekstrak kencur dengan dosis berturut-turut 6,25; 12,5; 25; 50; dan 100 mg/kg berat badan (bb). Mulut mencit diberi ini selama 7 hari berturut-turut, Pada hari ke-8 mencit-mencit tersebut disuntik dengan mitomicin C (MMC) secara intra peritoneal sebanyak 1,5 mg/kg bb dan dibiarkan selama 30 jam. Setelah itu dibuat sediaan sumsum tulang. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak rimpang kencur dengan dosis 6,25; 12,5; 25; dan 50 mg/kg BB dapat menghambat kerusakan sitogenetik yang diinduksi oleh MMC pada eritrosit polikromatik sumsum tulang mencit. Sedangkan, dosis JOO mg/kg bb tidak menyebabkan penurunan mikronukleus.}, author = {Setiorini, Setiorini and Bowolaksono, Anom}, keywords = {Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L), Antiklastogenik}, url = {http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5823/} }