<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>TANGKI SEPTIK DAN MASALAHNYA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sri Soewasti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Soesanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tangki septik sebenarnya tidak sesuai untuk digunakan di kota yang padat penduduknya. Bahkan untuk rumah sangat sederhana yang halamannya sempit, tak mungkin dibangun tangki septik yang memenuhi syarat di tiap rumah. Akan tetapi kalau dibuat 1 tangki septik untuk beberapa rumah sulit untuk pengelolaannya. Di kawasan permukiman lama yang sudah terlanjur memakai tangki septik, tidak mudah untuk diubah menjadi sistem perpipaan, contohnya kesulitan yang dialami di Jakarta. Biaya perpipaan air kotor yang biasanya diakhiri dengan instalasi pengolahan air kotor memang sangat mahal, Galian pipa besar di tengah kota yang padat akan menimbulkan masalah terganggunya kelancaran lalu lintas dan kenyamanan penduduk.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA 670-847 Sanitation. Environmental Control</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2000</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>