<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Mau Menurunkan Prevalensi Stunting? Pengendalian Tembakau Jawabannya! (Policy Brief Sibijaks Awards 2024)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">RULI ENDEPE</mods:namePart><mods:namePart type="family">AL FAIZIN</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Stunting, sebagai bentuk malnutrisi kronis yang memengaruhi anak-anak di bawah lima tahun, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak dan ditargetkan untuk diberantas pada tahun 2025. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang terganggu, serta memiliki dampak jangka panjang terhadap kinerja kognitif, pencapaian pendidikan, dan produktivitas ekonomi. Di Indonesia, sekitar 21,5% anak-anak mengalami stunting pada tahun 2023, jauh di atas target RPJMN sebesar 14%. Konsumsi tembakau merupakan faktor signifikan yang berkontribusi, karena keluarga dengan anggota perokok cenderung mengalokasikan lebih sedikit anggaran untuk makanan bergizi, sehingga mengurangi asupan nutrisi ibu hamil dan anak-anak. Paparan asap rokok juga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, yang semakin menghambat perkembangan anak. Rekomendasi kebijakan meliputi penguatan pengendalian tembakau melalui peningkatan cukai, standarisasi penjualan produk tembakau, dan pencegahan merokok pada remaja, serta perluasan program kunjungan kesehatan keluarga holistik dan kampanye anti-merokok untuk mengurangi prevalensi stunting.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">W 1-28 Reference Works. General Works</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2024</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:genre>Conference or Workshop Item</mods:genre></mods:mods>